🛠️ How It Works: System Architecture
Workflow ini bekerja melalui empat lapisan proses utama yang terintegrasi secara otomatis:
Smart Routing (Switch): Node Switch menganalisis tipe input. Jika input berupa perintah (/help, /cekstatus), teks biasa (pertanyaan), atau file gambar (formulir), workflow akan mengarahkannya ke jalur pemrosesan yang relevan.
AI Vision Analysis: Menggunakan model Gemini (via HTTP Request) untuk membaca teks di dalam gambar dan mengekstraknya menjadi format JSON yang terstruktur (Nama, NIM, Judul, dll).
Database Sync: Data yang berhasil diekstrak secara otomatis disimpan ke baris baru di Google Sheets sebagai database utama program studi.
Contextual Answer: Jika mahasiswa bertanya, AI Agent akan mencari informasi yang paling relevan di Supabase terlebih dahulu, lalu menyusun jawaban berdasarkan dokumen resmi tersebut agar jawaban tetap akurat dan tidak "berhalusinasi".
Conversational Memory: Menggunakan Postgres Chat Memory untuk menyimpan riwayat percakapan sehingga mahasiswa bisa melakukan tanya jawab secara berkesinambungan tanpa kehilangan konteks.
Admin Logging: Semua aktivitas chat juga dicatat kembali ke Spreadsheet untuk keperluan audit dan monitoring oleh staf admin.